BIOGRAPHY
The Rolling Stones adalah sebuah band rock Inggris yang mulai terkenal sejak tahun 1960-an masih eksis hingga sekarang. Apabila dianalogikan, The Rolling Stones adalah sebuah batu yang hingga kini masih menggelinding, entah sampai kapan.
Dibentuk di London, Januari 1963. Tetapi sesungguhnya cikal bakal Stones sudah ada sejak tahun 1962 dengan formasi awal yang terdiri dari Mick Jagger (Vokal, Harmonika), Keith Richards (Lead Gitar), Brian Jones (Rhytm Gitar, Harmonika), Mick Avory (Drums) dan Dick Taylor (Bass). Kelak sang drummer Mick Avory akhirnya bergabung dengan The Kinks dbp Ray davies, dan Dick Taylor mendirikan bandnya sendiri yaitu The Pretty Things
Band dengan formasi kuintet ini didirikan oleh Brian Jones (kelahiran Cheltenham, Inggris, 28 Februari 1942). Ia meninggalkan Cheltenham dan pergi ke London untuk membuat grup musik. Sebelum mendirikan The Rolling Stones, Brian sempat bergabung dengan band Cheltone Six (Sebagai pemain klarinet) dan The Ramrods. Ketika di London, Brian bertemu dengan Mick Jagger dan Keith Richards, yang dimana akhirnya mereka bertiga membentuk sebuah grup musik yang bernama Little Blue & The Blue Boys.
The Rolling Stones adalah legenda, pada saat mereka pertama kali tampil –tahun 1964– The Beatles tampil sempurna, rambut, harmonisasi serta jasnya, dan mereka membungkuk memberi hormat bersama-sama. Musik The Beatles luar biasa canggihnya, segalanya sangat menarik dan asing di jaman itu, tapi juga menciptakan jarak akibat kesempurnaan itu. Dan pada saat itulah The Rolling Stones membawa pesan, “Mungkinanda juga bisa melakukan itu”. Rambutnya berantakan, harmonisasinya kurang merdu. Dan mungkin tidak ada yang ingat kapan mereka pernah tersenyum. Mereka meniru sikap R&B tradisional, “Kami tidak bergelut dalam dunia hiburan. Kami bukan musik pop”.
Suara Mick Jagger memancarkan daya tarik sensual yang dewasa. Ini bukan sensual dalam pop, –berpegangan tangan kemudian berciuman– ini benar-benar nyata. Jagger memiliki kemampuan berbincang sebagaimana para penyanyi R&B dan blues, setengah bernyani, tidak selalu mencapai nada. Diterimanya suara Mick Jagger di radio pop adalah terbosan baru dalam rock&roll. Dia membuka pintu untuk orang lain. Tiba-tiba saja kemudian seorang Eric Burdon dan Van Morrison tidak terdengar aneh lagi, begitu pula dengan Bob Dylan.
Ini benar-benar unik, seorang penghibur kulit putih yang mengikuti cara kulit hitam. Elvis Presley melakukannya, dan orang berikutnya adalah Mick Jagger. Tak ada pemuda kulit putih lain yang melakukannya. Mereka pernah berdiri dan bernyanyi seperti The Beatles. Mereka membiarkan roh mengendalikan tubuhnya, melepaskan semua batas-batas yang ada, tidak terkendali. Inilah yang dirasakan Mick Jagger. Dia meniru beberapa langkah dari James Brown dan Tina Turner. Gerakan-gerakan aneh yang dilakukan Mick Jagger berasal dari keduanya. Lalu Iggy Pop dan Jim Morrison mengembangkannya.
Pada awalnya The Rolling Stones adalah band milik Brian Jones. Dia pula yang memberikan nama tersebut pada bandnya. Dia bertindak sebagai Manajer yang mengurus tawaran konser dan segala sesuatu yang menyangkut media. Aroma dan keagrasifan The Rolling Stones berasal dari seorang Brian Jones. Begitu juga dengan tradisi. Dia memainkan gitarnya dengan leher botol, lalu pada album-album seperti December’s Children dan Aftermath, dia memainkan berbagai instrumen lain sebagai “pemanis”. Dia begitu kreatif dan penting bagi The Rolling Stones.
Tapi Keith Richards juga telah disepelakan dan dipandang hanya sebagai rhythm-guitarist, padahal solo-solonya lewat “Heart of Stone”, “It’s All Over Now” dan riff-riff hebatnya di “Satisfaction” dan tentunya “The Last Time” yang dianggap oleh The Rolling Stones sendiri sebagai lagu serius pertama yang pernah mereka buat. “Hongky Tonk Woman” hanya terdiri dari satu kunci, lalu dia mengubah seteman versi lima senar, ada pola kunci yang terkait denagn setemannya itu –sebut saja efek “Gimme Shelter”– dimana mereka menambahkan nada suspensi, sehingga menjadi lebih melodis dan ritmis secara bersamaan.
Dibanding denganrhythm section lainnya dalam dunia rock&roll hingga saat ini Bill Wyman dan Charlie Watts paling tahu bagaimana cara bergoyang. Lain halnya dengan sekarang, rock&roll pada jaman itu ditujukan untuk bergoyang. Bisa terbayang betapa serunya berada di Richmond Hotel di London dan Station Hotel sekitar tahun 62 dan 63, penonton menggila, The Rolling Stones juga gila.
Ada banyak generasi masa kini yang hanya mengenal The Rolling Stones sebagai ikon. Tak ada ikatan batin dengan musiknya. Kepada mereka, mungkin harus direkomendasikan empat album pertama yang versi amerika, “England’s Newset Hitmakers”, “12×5″, “Now” dan “Out of Our Hands”. Pelajaran berikutnya adalah era besar kedua, “Beggars Banquet”, “Let It Bleed”, “Sticky Fingers” dan “Exile on Main Street”. Itu merupakan rangkaian album terhebat dalam sejarah, dan semuanya dihasilkan hanya dalam tiga setengah tahun.
Dalam banyak hal, The Rolling Stones bermain lebih baik dibanding sewaktu di tahun 60-an. Mereka cukup berantakan di masa-masa awal–tapi semua orang menikmatinya–. Secara teknis, mereka belum pernah sebagus ini. Masalahnya, power mereka berasal dari 12 album pertama. Hanya sedikit lagu bagus setelah tahun 1972. Sehebat apa mereka seandainya mereka masih membuat album yang semegah konser mereka sekarang ?
Tapi dalam konser, mereka masih dapat menyampaikan kekuatan masa lalu. Masih banyak yang dapat dipelajari dari The Rolling Stones: Tulislah lagu bagus, dan jagalah kesehatan serta gairah untuk bermain setiap malam, dan mungkin kesempatan untuk bisa sehebat Mick Jagger dan hidup lebih lama bisa terwujud. Semua orang takjub karena Keith masih hidup. Dia tampak kebal terhadap segalanya, tapi sebaiknya jangan mencoba ikut-ikutan. Jujur saja: Pemakaian narkoba akan merusak segalanya, termasuk penulisan lagu. Untungnya dia masih bisa bermain dan menjalani tur 40 tahun kemudian. Tak banyak band yang bisa awet sampe 4 tahun, apalagi sampe 40 tahun.
Rasanya tidak ada yang ingin mereka pensiun, karena jika mereka tetap bermain, itu merupakan promosi terbaik untuk lagu-lagunya. Mungkin setting panggungya sekarang sudah jauh lebih ramai, tapi mereka tetap menjadi pusat perhatian. Mereka tetap tampil semaksimal mungkin, dan membuktikan bahwa :
Jika kita tetap berpegang teguh pada prinsip dan tidak berkompromi dengan apa yang sedang terjadi, kita bisa bertahan sangat lama.
BAND MEMBERS
1962
* Mick Jagger - lead vocals, harmonica, percussion
* Brian Jones - guitars, backing vocals, harmonica, percussion
* Keith Richards - guitars, backing vocals
* Ian Stewart - piano, percussion
with
* Dick Taylor - bass
* Ricky Fenson - bass
* Bill Wyman - bass
* Tony Chapman - drums
* Carlo Little - drums
* Mick Avory – drums
January - April 1963
* Mick Jagger - lead vocals, harmonica, percussion
* Brian Jones - guitars, backing vocals, harmonica, percussion
* Keith Richards - guitars, backing vocals
* Ian Stewart - piano, percussion
* Charlie Watts - drums
* Bill Wyman - bass, backing vocals
May 1963 - May 1969
* Mick Jagger - lead vocals, harmonica, percussion
* Brian Jones - guitars, backing vocals, harmonica, percussion, tamboura, sitar, dulcimer, keyboards, autoharp, brass, woodwinds, theremin, kazoo
* Keith Richards - guitars, vocals, bass, keyboards, percussion
* Charlie Watts - drums, percussion
* Bill Wyman - bass, vocals, percussion, keyboards
May 1969 - December 1974
* Mick Jagger - lead vocals, harmonica, keyboards, percussion, guitar
* Keith Richards - guitars, vocals, bass, keyboards
* Mick Taylor - guitars, bass, synthesizer, percussion, backing vocals
* Charlie Watts - drums, percussion
* Bill Wyman - bass, synthesizer
May 1975 - 1993
* Mick Jagger - lead vocals, harmonica, keyboards, guitar
* Keith Richards - guitars, vocals, bass, keyboards, percussion
* Charlie Watts - drums, percussion
* Ronnie Wood - guitars, backing vocals, bass, drums, percussion
* Bill Wyman - bass, synthesizer
1993 - present
* Mick Jagger - lead vocals, harmonica, percussion, guitar, bass, keyboards
* Keith Richards - guitars, vocals, bass, keyboards
* Charlie Watts - drums, percussion
* Ronnie Wood - guitars, backing vocals, bass
with
* Darryl Jones - bass
DISCOGRAPHY: DETAILS
ALBUM
Shine A Light Single Disc Edition
Shine A Light Deluxe Edition
A Bigger Bang
Live Licks
No Security
Bridges to Babylon
Stripped
Voodoo Lounge
Flashpoint
Steel Wheels
Dirty Work
Undercover
Still Life
Tattoo You
Emotional Rescue
Some Girls
Love You Live
Black And Blue
It's Only Rock 'N Roll
Goat's Head Soup
Exile On Main St
Sticky Fingers
Get Yer Ya Ya's Out
Let It Bleed
Beggars Banquet
Their Satanic Majesties Request
Flowers
Between The Buttons
Got Live If You Want It
Aftermath
December's Children (And Everybody's)
Out Of Our Heads
The Rolling Stones, Now!
The Rolling Stones No. 2
12 x 5
The Rolling Stones
COMPILATION
Rarities 1971-2003
Forty Licks
Sucking in the Seventies
More Hot Rocks
Hot Rocks
Through The Past Darkly
Big Hits: High Tides, Green Grass
LIVE
Saturday Night Live: Episode 067
The Best
Jump Back - The Best of the Rolling Stones 1971-1993
Other Album
1975 : Metamorphosis
The Rolling Stones adalah sebuah band rock Inggris yang mulai terkenal sejak tahun 1960-an masih eksis hingga sekarang. Apabila dianalogikan, The Rolling Stones adalah sebuah batu yang hingga kini masih menggelinding, entah sampai kapan.
Dibentuk di London, Januari 1963. Tetapi sesungguhnya cikal bakal Stones sudah ada sejak tahun 1962 dengan formasi awal yang terdiri dari Mick Jagger (Vokal, Harmonika), Keith Richards (Lead Gitar), Brian Jones (Rhytm Gitar, Harmonika), Mick Avory (Drums) dan Dick Taylor (Bass). Kelak sang drummer Mick Avory akhirnya bergabung dengan The Kinks dbp Ray davies, dan Dick Taylor mendirikan bandnya sendiri yaitu The Pretty Things
Band dengan formasi kuintet ini didirikan oleh Brian Jones (kelahiran Cheltenham, Inggris, 28 Februari 1942). Ia meninggalkan Cheltenham dan pergi ke London untuk membuat grup musik. Sebelum mendirikan The Rolling Stones, Brian sempat bergabung dengan band Cheltone Six (Sebagai pemain klarinet) dan The Ramrods. Ketika di London, Brian bertemu dengan Mick Jagger dan Keith Richards, yang dimana akhirnya mereka bertiga membentuk sebuah grup musik yang bernama Little Blue & The Blue Boys.
The Rolling Stones adalah legenda, pada saat mereka pertama kali tampil –tahun 1964– The Beatles tampil sempurna, rambut, harmonisasi serta jasnya, dan mereka membungkuk memberi hormat bersama-sama. Musik The Beatles luar biasa canggihnya, segalanya sangat menarik dan asing di jaman itu, tapi juga menciptakan jarak akibat kesempurnaan itu. Dan pada saat itulah The Rolling Stones membawa pesan, “Mungkinanda juga bisa melakukan itu”. Rambutnya berantakan, harmonisasinya kurang merdu. Dan mungkin tidak ada yang ingat kapan mereka pernah tersenyum. Mereka meniru sikap R&B tradisional, “Kami tidak bergelut dalam dunia hiburan. Kami bukan musik pop”.
Suara Mick Jagger memancarkan daya tarik sensual yang dewasa. Ini bukan sensual dalam pop, –berpegangan tangan kemudian berciuman– ini benar-benar nyata. Jagger memiliki kemampuan berbincang sebagaimana para penyanyi R&B dan blues, setengah bernyani, tidak selalu mencapai nada. Diterimanya suara Mick Jagger di radio pop adalah terbosan baru dalam rock&roll. Dia membuka pintu untuk orang lain. Tiba-tiba saja kemudian seorang Eric Burdon dan Van Morrison tidak terdengar aneh lagi, begitu pula dengan Bob Dylan.
Ini benar-benar unik, seorang penghibur kulit putih yang mengikuti cara kulit hitam. Elvis Presley melakukannya, dan orang berikutnya adalah Mick Jagger. Tak ada pemuda kulit putih lain yang melakukannya. Mereka pernah berdiri dan bernyanyi seperti The Beatles. Mereka membiarkan roh mengendalikan tubuhnya, melepaskan semua batas-batas yang ada, tidak terkendali. Inilah yang dirasakan Mick Jagger. Dia meniru beberapa langkah dari James Brown dan Tina Turner. Gerakan-gerakan aneh yang dilakukan Mick Jagger berasal dari keduanya. Lalu Iggy Pop dan Jim Morrison mengembangkannya.
Pada awalnya The Rolling Stones adalah band milik Brian Jones. Dia pula yang memberikan nama tersebut pada bandnya. Dia bertindak sebagai Manajer yang mengurus tawaran konser dan segala sesuatu yang menyangkut media. Aroma dan keagrasifan The Rolling Stones berasal dari seorang Brian Jones. Begitu juga dengan tradisi. Dia memainkan gitarnya dengan leher botol, lalu pada album-album seperti December’s Children dan Aftermath, dia memainkan berbagai instrumen lain sebagai “pemanis”. Dia begitu kreatif dan penting bagi The Rolling Stones.
Tapi Keith Richards juga telah disepelakan dan dipandang hanya sebagai rhythm-guitarist, padahal solo-solonya lewat “Heart of Stone”, “It’s All Over Now” dan riff-riff hebatnya di “Satisfaction” dan tentunya “The Last Time” yang dianggap oleh The Rolling Stones sendiri sebagai lagu serius pertama yang pernah mereka buat. “Hongky Tonk Woman” hanya terdiri dari satu kunci, lalu dia mengubah seteman versi lima senar, ada pola kunci yang terkait denagn setemannya itu –sebut saja efek “Gimme Shelter”– dimana mereka menambahkan nada suspensi, sehingga menjadi lebih melodis dan ritmis secara bersamaan.
Dibanding denganrhythm section lainnya dalam dunia rock&roll hingga saat ini Bill Wyman dan Charlie Watts paling tahu bagaimana cara bergoyang. Lain halnya dengan sekarang, rock&roll pada jaman itu ditujukan untuk bergoyang. Bisa terbayang betapa serunya berada di Richmond Hotel di London dan Station Hotel sekitar tahun 62 dan 63, penonton menggila, The Rolling Stones juga gila.
Ada banyak generasi masa kini yang hanya mengenal The Rolling Stones sebagai ikon. Tak ada ikatan batin dengan musiknya. Kepada mereka, mungkin harus direkomendasikan empat album pertama yang versi amerika, “England’s Newset Hitmakers”, “12×5″, “Now” dan “Out of Our Hands”. Pelajaran berikutnya adalah era besar kedua, “Beggars Banquet”, “Let It Bleed”, “Sticky Fingers” dan “Exile on Main Street”. Itu merupakan rangkaian album terhebat dalam sejarah, dan semuanya dihasilkan hanya dalam tiga setengah tahun.
Dalam banyak hal, The Rolling Stones bermain lebih baik dibanding sewaktu di tahun 60-an. Mereka cukup berantakan di masa-masa awal–tapi semua orang menikmatinya–. Secara teknis, mereka belum pernah sebagus ini. Masalahnya, power mereka berasal dari 12 album pertama. Hanya sedikit lagu bagus setelah tahun 1972. Sehebat apa mereka seandainya mereka masih membuat album yang semegah konser mereka sekarang ?
Tapi dalam konser, mereka masih dapat menyampaikan kekuatan masa lalu. Masih banyak yang dapat dipelajari dari The Rolling Stones: Tulislah lagu bagus, dan jagalah kesehatan serta gairah untuk bermain setiap malam, dan mungkin kesempatan untuk bisa sehebat Mick Jagger dan hidup lebih lama bisa terwujud. Semua orang takjub karena Keith masih hidup. Dia tampak kebal terhadap segalanya, tapi sebaiknya jangan mencoba ikut-ikutan. Jujur saja: Pemakaian narkoba akan merusak segalanya, termasuk penulisan lagu. Untungnya dia masih bisa bermain dan menjalani tur 40 tahun kemudian. Tak banyak band yang bisa awet sampe 4 tahun, apalagi sampe 40 tahun.
Rasanya tidak ada yang ingin mereka pensiun, karena jika mereka tetap bermain, itu merupakan promosi terbaik untuk lagu-lagunya. Mungkin setting panggungya sekarang sudah jauh lebih ramai, tapi mereka tetap menjadi pusat perhatian. Mereka tetap tampil semaksimal mungkin, dan membuktikan bahwa :
Jika kita tetap berpegang teguh pada prinsip dan tidak berkompromi dengan apa yang sedang terjadi, kita bisa bertahan sangat lama.
BAND MEMBERS
1962
* Mick Jagger - lead vocals, harmonica, percussion
* Brian Jones - guitars, backing vocals, harmonica, percussion
* Keith Richards - guitars, backing vocals
* Ian Stewart - piano, percussion
with
* Dick Taylor - bass
* Ricky Fenson - bass
* Bill Wyman - bass
* Tony Chapman - drums
* Carlo Little - drums
* Mick Avory – drums
January - April 1963
* Mick Jagger - lead vocals, harmonica, percussion
* Brian Jones - guitars, backing vocals, harmonica, percussion
* Keith Richards - guitars, backing vocals
* Ian Stewart - piano, percussion
* Charlie Watts - drums
* Bill Wyman - bass, backing vocals
May 1963 - May 1969
* Mick Jagger - lead vocals, harmonica, percussion
* Brian Jones - guitars, backing vocals, harmonica, percussion, tamboura, sitar, dulcimer, keyboards, autoharp, brass, woodwinds, theremin, kazoo
* Keith Richards - guitars, vocals, bass, keyboards, percussion
* Charlie Watts - drums, percussion
* Bill Wyman - bass, vocals, percussion, keyboards
May 1969 - December 1974
* Mick Jagger - lead vocals, harmonica, keyboards, percussion, guitar
* Keith Richards - guitars, vocals, bass, keyboards
* Mick Taylor - guitars, bass, synthesizer, percussion, backing vocals
* Charlie Watts - drums, percussion
* Bill Wyman - bass, synthesizer
May 1975 - 1993
* Mick Jagger - lead vocals, harmonica, keyboards, guitar
* Keith Richards - guitars, vocals, bass, keyboards, percussion
* Charlie Watts - drums, percussion
* Ronnie Wood - guitars, backing vocals, bass, drums, percussion
* Bill Wyman - bass, synthesizer
1993 - present
* Mick Jagger - lead vocals, harmonica, percussion, guitar, bass, keyboards
* Keith Richards - guitars, vocals, bass, keyboards
* Charlie Watts - drums, percussion
* Ronnie Wood - guitars, backing vocals, bass
with
* Darryl Jones - bass
DISCOGRAPHY: DETAILS
ALBUM
Shine A Light Single Disc Edition
Shine A Light Deluxe Edition
A Bigger Bang
Live Licks
No Security
Bridges to Babylon
Stripped
Voodoo Lounge
Flashpoint
Steel Wheels
Dirty Work
Undercover
Still Life
Tattoo You
Emotional Rescue
Some Girls
Love You Live
Black And Blue
It's Only Rock 'N Roll
Goat's Head Soup
Exile On Main St
Sticky Fingers
Get Yer Ya Ya's Out
Let It Bleed
Beggars Banquet
Their Satanic Majesties Request
Flowers
Between The Buttons
Got Live If You Want It
Aftermath
December's Children (And Everybody's)
Out Of Our Heads
The Rolling Stones, Now!
The Rolling Stones No. 2
12 x 5
The Rolling Stones
COMPILATION
Rarities 1971-2003
Forty Licks
Sucking in the Seventies
More Hot Rocks
Hot Rocks
Through The Past Darkly
Big Hits: High Tides, Green Grass
LIVE
Saturday Night Live: Episode 067
The Best
Jump Back - The Best of the Rolling Stones 1971-1993
Other Album
1975 : Metamorphosis

